Mediacentersampang.com, – SAMPANG – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sampang resmi menggelar Festival Seni Pencak Silat tingkat kabupaten di Pendopo Trunojoyo. Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (28-29/01/2026) ini, menjadi panggung bagi ratusan pesilat lokal untuk unjuk gigi.

Ketua IPSI Kabupaten Sampang, H. Moh. Munadi, menyampaikan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk menjaring bibit atlet potensial. Selain sebagai ajang pengasahan kemampuan, kegiatan ini diproyeksikan sebagai persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pantauan liputan Media Center Sampang (MCS), Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan membuka acara Festival Seni Pencak Silat mewakili Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Sampang, Kh. Achmad Mahfudz yang sama ada kepentingan diluar kota. Sementara catatan dari panitia, data detail partisipasi cukup lengkap berfariatif, termasuk kategori peserta yang cukup antusias.
Ketua Panitia Pelaksana, Syaiful Arif menjelaskan, Festival tahun ini mencatatkan partisipasi yang cukup signifikan dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah Peserta: 202 atlet.
Asal Perguruan: 18 perguruan pencak silat se-Kabupaten Sampang.
Kategori Lomba: Jurus Tunggal, Jurus Ganda (Perguruan), Jurus Beregu IPSI, Jurus Bebas (Perguruan), dan Solo Kreatif.
Rentang Usia: Mulai dari usia dini, anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Syaiful Arif menggarisbawahi bahwa di bawah kepemimpinan H. Moh. Munadi, festival seni ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya pendaftaran (gratis). Ia juga menjamin independensi tim penilai dalam kompetisi ini.
Selain gratis dari festival Seni Pencak Silat ini, panitia juga menyiapkan trofi piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi para juara, papar Syaiful Arif.
“Panitia dan dewan juri dipastikan bekerja secara profesional dan sportif. Hasil penilaian setiap penampilan akan langsung diumumkan pada hari yang sama untuk menjaga transparansi,” tutup Syaiful Arif.
Sementara H. Moh. Munadi menambahkan, bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga fisik, melainkan sarana pengembangan mental, spiritual, dan sosial, tapi jadi misi pelestarian budaya dan prestasi.
Melalui disiplin ini, diharapkan generasi muda Sampang memiliki kontrol emosi yang baik serta kepercayaan diri yang tinggi.

Senada dengan hal tersebut, Pengurus Bimbingan Prestasi (Bimpres) IPSI Sampang, H. Mahya, memaparkan rekam jejak prestasi pesilat Sampang yang patut menjadi teladan, di antaranya:
Laili: Juara 1 Tingkat Nasional di NTB (2020).
Fina Istianah: Juara 2 Kejurprov Jatim, Juara 1 Kejurda (Jombang & Blitar), Juara 1 Pra-PON di NTB, serta peringkat 4 pada PON Papua.
“Prestasi yang telah diraih ini diharapkan menjadi lecutan semangat bagi para atlet muda kita untuk terus berlatih dan membawa nama harum Sampang di kancah nasional,” pungkas H. Mahya.(F-R)


















